Penafsiran CV serta Biaya Mendirikan CV

PERSEKUTUAN KOMANDITER( COMMANDAIRE VENNOOTSCHAP)

Pengertian

Bagi pasal 19 KUHD, Persekutuan Komanditer( CV) merupakan persekutuan yang didirikan oleh satu orang ataupun lebih yang secara tanggung menanggung bertanggung jawab sepenuhnya( solider) pada pihak awal( sekutu komplementer), serta satu orang/ lebih selaku Pelepas duit( sekutu komanditer) kepada pihak lain.

Sekutu komanditer ialah sekutu yang cuma menyerahkan duit/ benda selaku pendapatan pada persekutuan dan tidak ikut campur didalam mengurus ataupun mengelola persekutuan. Status seseorang sekutu komanditer bias disamakan dengan seorang

yang menitipkan modal kepada sesuatu industri yang cuma menantikan hasil keuntungan dari modal tersebut.

Molengraaff memandang CV sabagai sesuatu perkumpulan( uereeniging) perjanjian kerjasama, dimana satu ataupun lebih sekutu mengikatkan diri

buat memasukkan modal tertentu buat ditaksir Bersama oleh satu ataupun lebih sekutu lain melaksanakan industri niaga( handelsbdrijf)

Formulasi ini sangat simpel, sebab cuma sedikit menckup faktor– faktor yang dibutuhkan buat sesuatu CV, semacam pencerminan terdapatnya sekutu yang secara tanggung- menanggung( seluruhnya bertanggung jawab Bersama) disamping terdapatnya sekutu yang bertanggung jawab terbatas, segala pengurusdan sekutu diam dan faktor melaksanakan industri.

Rancangan BW Nederland Pasal 7. 13. 3. 1 ayat( 1) menetapkan kalau CV merupakan persekutuan terbuka terang- terangan yang melaksanakan sesuatu industri, dimana di samping satu orang ataupun lebih sekutu biasa( gewane vennoten), pula mempunyai satu orang ataupun lebih sekutu diam( commanditaire vennoten)

Dalam KUHD, sekutu komanditer dinamakan pula dengan sekutu Pelepas duit( geldschieter). Di antara penulis terdapat yang tidak setuju dengan pemakaian sebutan“ Pelepas duit” yang dipersamakan dengan sebutan“ sekutu komanditer”. Bagi Purwosutjipto pada“ Pelepas duit”( geldschieter), duit ataupun barang yamg sudah diserahkan kepada orang lain bisa dituntut kembali apabila debitur jatuh pailit. Namun duit/ modal yang diberikan oleh sekutu komanditer kepada suatu persekutuan, tidak bisa dituntut kembali apabila persekutuan ini jatuh pailit.

Apabila Persekutuan Firma diatur di dalam Pasal 16s s/ d 35 KUHD, hingga 3 pasal antara lain ialah pasal 19, 20, serta 21 ialah ketentuan menimpa CV. Sebab seperti itu dalam pasal 19 KUHD disebutkan kalau Persekutuan Komanditer( persekutuan Pelepas duit) selaku wujud lain dari Firma, ialah firma yang lebih sempurn serta mempunyai satu ataupun sebagian orang sekutu Pelepas duit ataupun komanditer. Di dalam Firma biasa, istilaah

sekutu komanditer ini tidak diketahui, namun tiap- tiap sekutu harus membagikan pendapatan( inbreng) dalam jumlah yang sama, sehinggaa peran mereka dari segi modal serta tanggung jawab pula sama. Dalam CV ada perbandingan antara sekutu komanditer( sekutu diam, mitra pasif; sleeping partners) serta sekutu komplementer( sekutu kerja; mitra aktif; mitra biasa; pengurus; working partners). Terdapatnya perbandingan sekutu- sekutu itu berikan konsekuensi pada pembedaan tanggung jawab yang dipunyai oleh tiap- tiap sekutu.

Sekutu komanditer merupakan sekutu yang tidak bertanggung jawab pada pengurusan persekutuan, sekutu ini cuma menempatkan modal( duit ataupun benda) pada persekutuan serta memiliki hak mengambil bagian dalam asset persekutuan apabila terdapat untung sebesar nilai kontribusinya. Demikian pula orang tersebut hendak menanggung kerugian sebesar nilai kontribusinya.

Sekutu komplementer merupakan sekutu pengurus yang bertanggungjawab atas jalannya persekutuan, apalagi pertanggungjawabannya hingga kepada harta pribadinya.

KOMANDITER BUKAN MEMINJAMKAN Duit( Gelfschieter)

Sebutan“ geldschieter” serta“ icommanditaire” dalam Pasal19 ayat() KUHD bisa memunculkan salah mengerti. Pada dasarnya, kedua sebutan ini tidak bias disamakan, semacam apa yang dicoba dalam bunyi undang- undang.

Geldschieter memiliki tujuan meminjamkan duit serta pada dikala tertentu dia bias berkedudukan selaku penagih( schuldeiser). Sementara itu, sekutu komanditer tidak tercantum peminjam duit/ penagih, mereka yakni para partisipan dalam persekutuan yang memikul hak serta kewajiban buat memperoleh keuntungan ataupun laba serta saldo dalam perihal persekutuan

dilikuider serta mempunyai kerugian cocok jumlah inbeng( saam) yang dimasukkan. Apabila perihal itu dimaksudkan selaku kreditur penagih( schuldeiser), hingga pembayaran tagihan bisa dicoba sepanjang masih terdapat duit di kas persekutuan. Kebalikannya, untuk pendapatan duit yang dicoba oleh sekutu komanditer, tidak bisa dicoba penagihan sepanjang persekutuan berlangsung.

Dalam syarat pinjam- meminjam duit( Pasal 1759dan 1760 KUHPerdata) diresmikan kalau orang yang meminjamkan duit tidak bisa memohon uangnya kembali saat sebelum melalui waktu yang sudah didetetapkan dalam perjanjian, serta haim bisa membagikan kelonggaran kepada sang peminjam dalam pengembalian apabila kondisi tidak membolehkan. Perbandingan yang sangat jelas yakni kalau sekutu komanditer bisa memikul resiko untung ataupun rugi, sebaliknya peminjam duit ataupun penagih bukanlah dibebani dengan kerugian.

Modal yang dimasukkan oleh sekutu komanditer bias tercantum modal bonus terhadap modal yang sudah terdapat ataupun dijanjikan buat dimasukkan oleh para sekutu komplementer. Pada dasarnya, sekutu komanditer mempunyai peran yang sama dengan Persekutuan Firma yang bertanggung jawab secara tanggung menanggung Bersama, sehingga sekutu komanditer cuma bertanggung jawab secara intern kepada sekutu pengurus, buat secara penuh memasukkan modal yang telah dijanjikan, serta duit yang dimasukkan itu dipahami serta digunakan seluruhnya oleh pengurus dalam rangka pengurusan persekutuan buat menggapai tujuan.

Dikala ini, dalam BW baru Belanda telah tidak ditemui ataupun diketahui sebutan“ geldschieter” namun cuma memakai sebutan“ commanditaire vennoten” di satu pihak serta“ gewone vennoten” di lain pihak.

Terdapat 3 tipe persekutuan komanditer( CV) yang dikenal

  • CV diam–diam, merupakan CV yang tidak menampakkan dirinya terang- terangan kepada pihak ke 3 selaku CV. Keluar( terhadap pihak- pihak di luar CV), persekutuan inimasih melaporkan dirinya selaku Firma namun persekutuan ini telah jadi CV sebab salah seseorang ataupun sebagian orang sekutu telah jadi sekutu komanditer.
  • CV cerah– terangan( terbuka), adalah CV yang terang- terangan menampakkan dirinya kepada pihak ketiga selaku CV. Perihal ini nampak jelas dari tindakannya dalam wujud publikasi dengan papan nama yang bertuliskan“ CV”( misalnya CV Berkah). Dapat pula dalam penyusunan di kepala/ kop surat yang menunjukkan nama CV tersebut dalam berhubungan dengan pihak ketiga.
  • CV dengan saham, merupakan CV terang- terangan, yang modalnya terdiri dari kumpulan saham– saham. Tipe ini sama sekali tidak diatur didalam KUHD, dia cuma timbul dari aplikasi ataupun kegiatan digolongan pengusaha ataupun dunia perniagaan. Pada hakikatnya CV dengan saham tidak berbeda dengan tipe CV cerah– terangan, kelainannya cuma pada pembuatan modalnya saja yang telah terdiri dari saham- saham. Pembuatan modl CV dengan saham ini dimungkinkan oleh Pasal 337 ayat( 1), 1338 ayat( 1) KUHPerdata jo. Pasal KUHD. karenya, CV ini pula sejenis CV terang- terangan( CV biasa).

Terdapat berapa perihal yang bisa dicermati selaku persamaan serta perbandingan antara CV dengan CSaham serta PT, ialah selaku berikut,

PERSAMAAN

Modalnya bersama terdiri dari saham- saham, CV dengan ssaham berupa saham atas nama( op naam), sedangkan pada PT, bias berupa saham atas nama( op naam) ataupun saham atas pembawa( aantoonder)

Terdapat pengawasan dari komisaris. Pada CV dengan saham bisa diresmikan salah seseorang dari sekutunya selaku komisaris yang bertugas mengawasi pekerjaan sekutu kerja. Walaupun ia komisaris, namun ia tetaplah sekutu komanditer, senantiasa saja ia tidak diperbolehkan mencampuri urusan pengurusan. Dala, PT, komisaris ialah salah satu organ perseroan yang wajib terdapat di samping KUPS serta Direksi.

PERBEDAAN

Dalam Cv dengan Daham, diketahui terdapatnya sekutu kerja( sekutu komplementer) yang bertanggungjawab penuh secara individu buat totalitas( tidak terbatas). Pertanggungjawaban semacam ini, pada PT mirip dengan direksi( pengurus), namun direksi tidak bertanggung jawab secara individu buat totalitas( terbatas)

Sekutu kerja pada CV dengan Saham, direksi boleh dinaikan buat selamanya, sebaliknya direksi pada PT tidak bisa dinaikan buat selamanya, dia bias diberhentikan sewaktu- waktu.

Dalam CV dengan saham tidak terdapat Dewan Pengawas Syariah, berbeda dengan PT dalam( UUPT 2007) memahami terdapatnya Dewan Pengawas Syariah. sebagaimana diatur dalam Pasal 1625 KUHPerdata serta Pasal 20 ayat( 3)

KUHD.

Sekutu komanditer tidak dibolehkan jadi sekutu pengurus ataupun bekerja di dalam industri, tercantum dengan surat kuasa( Pasal 20 ayat 2 KUHD), serta apalagi pemakaian namanya juga dilarang bagi undang- undang. Perihal ini bisa dipahami sebab para sekutu komanditer tidak bertanggung jawab dalam pengurusan CV serta cuma bertanggung jawab cocok dengan jumlah duit yang dimasukkan. Kondisi semacam ini sama sekali tidak dikenal oleh pihak ketiga, serta pihak ketiga cuma mengenali kalau yang melaksanakan pengurusan CV merupakan sekutu komplementer yang bertanggung jawab tidak terbatas.

Sekutu komanditer bisa melaksanakan pengawasan atas pengurusan CV apabila perihal itu diresmikan dalam perjanjian pendirian CV, hendak namun pengawasan tersebut cuma bertabiat intern serta tidak boleh dicoba sedemikian rupa yang membagikan sesuatu kesan seakan- akan dia selaku sekutu pengurus. Di dalamalam perjanjian pendirian CV dapat diresmikan kalau terhadap hal- hal tertentu yang sangat berarti dalam pengurusan persekutuan hingga diwajibkan terdapatnya persetujuan dari para sekutu komanditer.

Rancangan BW Nederland( Pasal 7. 13. 3. 2 atar 3) menetapkan seseorang sekutu komanditer yang berbuat atas nama persekutuan selaku sekutu pengurus, hingga terhadap pihak ketiga bertanggung jawab seluruhnya buat perikatan yang telah dicoba semacam yang ditentukn serta jadi watak utama untuk para sekutu pengurus( komplementer)

Dalamt Pasal 21 KUHD, sanksi terhadap pelanggaran Pasal 20 ayat 1 serta 2, terpaut oleh seluruh utang serta perikatan dari persekutuan secara perorangan buat seluruhnya. Syarat ini memiliki arti yang sama dengan Pasal 7. 13. 3. 2 ayat 3 Rancangan BW Nederland yang pada dasarnya bisa membagikan proteksi kepada pihak ketiga. serta proteksi hukum intern CV, semacam perbuatan hukum pendirian yang dicoba di hadapan Notaris( Pasal 22 ayat 1 KUHD). Sama halnya dengan ikatan hukum intern CV dengan para sekutu pengurus ataupun sekutu komanditer, serta sebagainya. Peran hukum CV dalam kondisi pergerakannya dimaksudkan tiap perbuatan serta ikatan hukum keluar( extern) dengan pihak ketiga.

Spesial terhadap CV atas saham, hingga syarat tentang pengaturan peran ssaham- saham serta pemegang saham mirip dengan syarat yang mengendalikan saham pada Perseroan Terbatas( PT). Sebaliknya perbedaannya terletak ntara lain dalam hal- hal selaku berikut.

Anggota pesero dalam CV atas saham yang melaksanakan tindak pengurusan pengelolaan( daden van beheer) yakni para komplementeris yang memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas hingga dengan seluruh harta kepunyaan pribadinya. Sepatutnya, anggota pengurus PT cuma bertanggungjawab terhadap tugas yang dibebankan kepadanya secara terbatas; mereka tidak terikat pada pihak ketiga dengan terdapatnya perjanjian yang diadakan buat kepentingan PT.

Demikian sekilas tentang CV, untuk menghitung biaya pembuatan CV, PT, Yayasan, Perkumpulan silahkan Hubungi LegalitasSultan com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *