Tips Membangun Strategi Media Sosial untuk Bisnis D2C

Tips Membangun Strategi Media Sosial untuk Bisnis D2C

Era ritel usaha online sesungguhnya masih bercahaya terang prospeknya. Tak hanya untuk usaha e-commerce namun termasuk bermunculan merk dengan tipe usaha direct to consumer (D2C) yang cukup menonjol lebih dari satu selagi belakangan. Bahkan ​​berdasarkan laporan berasal dari Accenture, pasar layanan dan barang consumer yang gunakan tipe usaha D2C di Indonesia kini tumbuh enam kali lipat dalam kurun selagi 2015—2020, senilai Rp113 triliun.

Hal ini disebabkan dikarenakan pelanggan tunjukkan minat yang vital untuk belanja produk berasal dari merk D2C, khususnya kastemer yang lebih muda. Peluang bagi merk D2C termasuk masih terbuka luas asal gunakan channel yang pas untuk meraih pelanggan dan membuahkan jualan yang laris. Salah satunya dengan media sosial yang bisa menjadi platform ideal untuk merk D2C dikarenakan meningkatnya keterlibatan kastemer muda dan cost akuisisi pelanggan (CAC) yang rendah.

Nah, kami di sini akan mengupas bagaimana memicu trick media sosial merk D2C untuk akuisisi pelanggan yang hemat cost sekaligus membuahkan jualan yang laris.

1. Tentukan tujuan yang relevan dengan usaha kamu majalah ponsel
Hal pertama yang wajib dikerjakan selagi memicu trick media sosial untuk usaha adalah menentukan tujuan (goals) yang dambakan dicapai yang relevan dengan usaha kamu. Ibaratnya, kamu akan pergi ke suatu tempat, kamu wajib memahami tujuannya sudi kemana kan sehingga tidak buang-buang waktu, tenaga dan bensin?

Sama halnya dengan memicu trick media sosial. Pertanyaan pertama yang wajib kamu jawab adalah why atau mengapa kamu dambakan berada di media sosial? Apakah kamu gunakan media sosial untuk mempromosikan produk? Untuk mengarahkan lalu lintas ke situs usaha atau merk kamu? Atau untuk melayani pelanggan kamu?

Secara umum, setidaknya tersedia sembilan tujuan berasal dari media sosial yang bisa kamu jadikan pertimbangan selagi memicu trick sosial media:

Meningkatkan kesadaran merk (brand awareness)
Mendorong lalu lintas (traffic) ke situs kamu
Menghasilkan prospek atau pelanggan baru
Meningkatkan pendapatan dengan meningkatkan pendaftaran atau penjualan
Meningkatkan keterlibatan merk (brand engagement)
Membangun komunitas di kurang lebih usaha atau merk kamu
Menyediakan layanan pelanggan
Meningkatkan sebutan merk (brand mention) di media sosial
Mendengarkan pembicaraan perihal merk atau usaha kamu (brand listening)
Dari sembilan tujuan di atas, kamu bisa mempunyai lebih berasal dari satu tujuan dalam gunakan media sosial. Yang jelas, kamu wajib menentukan tujuan dengan S.M.A.R.T goal framework. Maksudnya adalah setiap tujuan yang telah kamu buat harus:

Specific atau spesifik
Measureable atau terukur
Attainable atau bisa diraih
Relevant atau relevan
Time-bound atau mempunyai batas selagi
Sebagai semisal pemanfaatan S.M.A.R.T goal framework adalah:

“Kami akan gunakan Twitter untuk bantuan pelanggan dan menurunkan tingkat respons kebanyakan kami menjadi di bawah dua jam terhadap akhir kuartal.”

“Kami akan meningkatkan jumlah followers terhadap Instagram sebanyak 100 follower baru setiap minggu.”

2. Identifikasi siapa tujuan audiens kamu
Kunci berhasil membangun dan menjalankan trick media sosial adalah memahami siapa audiens kamu dan apa yang dambakan mereka melihat di media sosial kamu. Dengan kata lain, untuk bisa membangun komunikasi yang baik dengan audiens, kamu wajib memahami siapa dan seperti apa kepribadian orang yang kamu ajak bicara.

Ada empat alasan kenapa kamu wajib memahami siapa tujuan audiens:

Dengan memahami siapa audiens yang kamu ajak bicara, kamu bisa memicu konten yang audiens sukai, layak untuk dikomentari dan bagikan.
Tahu tujuan audiens ini menjadi mutlak jika kamu dambakan merubah mereka tak sekadar menjadi followers media sosial namun termasuk sekaligus menjadi pelanggan usaha kamu.
Dengan memahami dan mengenali followers atau pelanggan kamu yang mempunyai permintaan dan juga keperluan nyata, kamu akan memahami bagaimana langkah menargetkan dan melibatkan mereka di media sosial.
Mengetahui audiens termasuk mendukung dalam mengembangkan tone dan voice untuk media sosial kamu yang sesuai dengan mereka.
Luangkan selagi untuk meneliti audiens tujuan kamu, mencari data demografis dan psikografis atau pola yang bisa dicermati yang mendukung kamu dalam membentuk uraian nyata perihal siapa yang mungkin akan belanja atau menjadi pelanggan kamu.

Setidaknya ketahui lebih dari satu perihal berikut ini:

Usia
Jenis kelamin
Lokasi
Pendapatan rata-rata
Jabatan
Minat
Motivasi membeli
Platform media sosial favorit
Website favorit yang dikunjungi
Setelah berhasil menggali dan memahami perihal di atas, kamu bisa memadukan seluruhnya untuk menciptakan pelanggan ideal, atau buyer persona yang berkemungkinan akan belanja produk kamu.

3. Tentukan metrik dan KPI
Meskipun setiap platform media sosial mempunyai analitik yang berbeda, namun pastikan kamu memastikan bahwa metrik dan KPI yang dambakan dilacak telah berdasarkan tujuan kamu di atas. Untuk memudahkan kamu dalam menentukan metrik dan KPI untuk trick media sosial yang akan kamu jalankan, tersedia baiknya kamu simak tabel berikut ini.

4. Pilih platform media sosial yang pas
Untuk usaha online khususnya dengan tipe D2C (direct to consumer), menentukan platform media sosial adalah tidak benar satu langkah mutlak untuk trick media sosial yang sukses. Ada banyak pilihan platform media sosial yang seluruhnya mempunyai pengguna berasal dari beraneka usia, minat dan preferensi.

LummoSHOP_Strategi-Media-Sosial-D2C

Instagram adalah platform untuk anak muda dengan 71% pengguna platform berusia 18—29 tahun. Pangsa pengguna mengalami penurunan menjadi 48% di pada usia 30—49 th. dan 29% di pada usia 50—64 tahun. Di sisi lain, Pinterest merupakan platform yang cukup unik, dikarenakan pengguna wanita (46%) di platform berikut 3x lebih banyak daripada pengguna pria (16%).

Sedangkan TikTok adalah platform media sosial yang bisa menjadi sesuai untuk usaha online D2C kamu dikarenakan 62% penontonnya berusia pada 10-29 tahun. TikTok sering digunakan untuk membangun merk awareness, namun termasuk bisa menjadi pendorong penjualan berkat fitur link-in-bio-nya. Salah satu kisah suksesnya adalah SendAFriend, bisa meningkatkan penjualan sampai US$5 juta dalam dua th. didorong oleh trick pemasaran TikTok-nya.

Setiap platform media sosial itu unik, oleh dikarenakan itu gunakan platform area tujuan audiens kamu berada. Dan jangan berhenti dengan memicu akun di media sosial saja, namun kamu termasuk wajib mempromosikannya sehingga semua pelanggan yang telah tersedia dan calon pelanggan memahami bahwa kamu datang di media sosial. Tautkan profil media sosial di situs kamu sehingga enteng ditemukan.

5. Rencanakan konten dan selalu konsisten
Setelah memahami tujuan, tujuan audiens, platform media sosial yang akan digunakan, saat ini saatnya memicu kerangka kerja yang dibutuhkan untuk mengelola media sosial kamu. Ada beraneka macam social media management tools yang bisa kamu gunakan seperti Trello atau Google Sheets untuk berencana konten, lalu Hootsuite, Buffer atau SproutSocial untuk penjadwalan konten.

Dalam berencana konten pastikan untuk menentukan content mix atau gabungan konten yang pas sehingga semua yang kamu posting berfungsi untuk mendukung tujuan usaha kamu. Kalau kamu menjadi berasal dari awal, dan bingung dengan sebutan lain tidak yakin tipe konten apa saja yang akan diposting, kamu bisa coba mengikuti ketetapan 80-20:

Sebanyak 80% berasal dari tulisan wajib menginformasikan, mendidik, atau menghibur audiens seperti link ke blog, testimonial, informasi baru, tips, meme, atau apa pun yang dambakan dicermati pengguna. 20% tulisan langsung mempromosikan merk atau usaha seperti promo, new produk arrivals, dan diskon.

Jangan lupa, terus menerus termasuk menjadi tidak benar satu kunci kesuksesan di media sosial. Kamu wajib memposting secara teratur untuk mempertahankan tingkat keterlibatan (engagement rate) yang tinggi dan memicu kastemer tertarik dengan merk atau usaha kamu.

Kalau kamu mempunyai keterbatasan untuk memicu konten yang banyak, kamu tak wajib sesering itu memposting di media sosial asalkan konsisten. Akan lebih baik misalnya kamu bisa posting setiap hari atau 2 hari sekali namun terus menerus daripada posting sehari 2 sampai 3 kali namun tidak konsisten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *